32 | Suami Tidak Punya Perasaan

1935 Words

Tidur dengan mood kacau, jangan harap bangun keesokan harinya akan disambut matahari cerah. Baru seminggu lebih di sini, Ibu mulai akrab dengan tetangga samping kanan dan kiri sebab Ibu lah yang setiap hari belanja ke warung. Suara gelak tawa Ibu dengan tetangga sebelah bisa aku dengar dari dalam rumah, sementara Pandu memanfaatkan betul hari liburnya untuk tidur. Seperti hari-hari sebelumnya, kalau tidak ada yang kukerjakan, aku akan masuk ke kamar Lily dan membongkar keranjang bedong-bedong serba baju-bajunya lalu melipatnya ulang sambil bernyanyi lirih lulaby anak-anak yang sengaja aku hafalkan, jaga-jaga untuk menidurkan Lily. Aku mendengar suara handle pintu lalu suara derit sangat pelan pintu terbuka. Entah Pandu atau Ibu, aku merasakan seseorang sedang menatap aku dari belakang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD