140

1156 Words

"Ini udah keterluan Mas," ucapku sambil bergerak mengusul Elsa tapi secepat mungkin Mas Irsyad menghalangiku. "Udahlah, biarkan aja, nanti aku yang akan bicara padanya?" "Kapan, tengah malam atau momen kalian punya waktu berdua?" tanyaku sambil melipat tangan di d**a. "Jangan marah, kalau kau marah maka orang akan mudah mengendalikan emosimu. Kamu harus santai, kalau memang elsa mau menemui anaknya, ya biarkan saja. Aku akan tekankan bahwa ini adalah yang terakhir karena sekarang pemilik dan pengatur rumah ini adalah kamu," jawabnya. "Kalau begitu mari kita tegaskan sekarang," ajakku tegas. "Ada Aisyah anakku," balas Mas Irsyad. "Kalau kita memarahi Elsa sekarang, maka Aisyah akan merasa bahwa kedua orang tuanya sedang bermusuhan. Daripada membuat keributan dan merusak momen kita, seb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD