Kusambut anak sambungku yang baru saja datang bersama ibundanya. Kuikuti langkah Mas Irsyad menuju teras depan lalu menuruni anak tangga pelataran depan dan mendapati mereka sudah masuk ke garasi. "Assalamualaikum," ucap Icha. "Walaikum salam, apa kabar Nak. "Bunda ...." Icha berlari ke arahku dan merangkul diri ini dengan gembira. "Gimana kabarnya sayang?" "Baik, Bunda, Bunda sudah datang dari desa ya, tinggal di sini kan?" "Iya, kami sudah pindah," jawabku tertawa kecil. "Alhamdulillah, berarti sekarang Icha bisa main dengan kak Zahra dan raihan?" "Iya." Wanita anggun bercelana jeans dan blus warna putih itu mendekat dan menarik Icha dari dekatku. Dia menatapku dengan senyum sinis sambil mendecak tak suka. "Jadi kau dan anakmu sudah datang kemari?" "Iya, benar," jawabku denga

