118

1228 Words

Hari itu aku ke kota menyusul suami yang sibuk mengurusi beberapa cabang restorannya. Sebagai pengusaha, dia merasa berkewajiban melihat perkembangan dan memeriksa kinerja karyawannya sehingga jadwal kepulangannya menjadi tertunda. Setelah menunggu anak anak kembali dari sekolahnya, kami bertiga segera meluncur ke kota yang berjarak dua jam dari tempat tinggal kami. Sudah kusiapkan makanan kesukaan Mas Irsyad, rencananya sampai di sana kami akan langsung membongkar rantang dan menikmati sate lilit serta sup kikil buatanku. Kutelpon Mas Irsyad, tak lama dia menjawab dan menyapa "Assalamualaikum, Mas." "Walaikum salam, Bund." "Mas ada di mana, kita lagi on the way ke sana," ucapku senang. "Wah, sungguhkah, aku senang sekali, Bund. Segeralah datang, aku ada di cabang Sudirman," balasn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD