Kunaiki mobil Fortuner milik suamiku lalu kami pun meluncur di jalan mulus menuju kembali ke rumah. "Apa yang terjadi dengan Maura. Kenapa dia menangis tersedu-sedu seperti tadi?" "Dia terus mengeluhkan nasibnya yang tidak terduga, Mas Hamdan dan dia sering berselisih paham, lalu utang yang menumpuk juga permasalahan lain," jawabku. "Mungkin itu resiko menikahi wanita muda ya, mereka mudah sekali menyerah dan mengeluh." "Masalahnya, Mas Hamdan seolah kehilangan akal dan tidak punya gairah bekerja, minatnya hilang pada semua hal sejak aku dan kamu menikah." "Apa hubungannya?" "Sebenarnya tidak ada, tapi entah kenapa dia harus depresi seperti itu." "Mungkin masih cinta." "Bisa jadi, tapi maaf, aku tidak bisa membalas cintanya." "Hem ... Ayah mungkin terlalu lelah, Bund, bukan Bu

