185

1141 Words

Tak lama kemudian Mas Hamdan pamit padaku untuk pulang ke rumahnya sebentar Dia mencariku yang sedang sibuk di belakang Lalu menarik tangan ini dan bicara. "Aisyah, aku pergi dulu." "Iya, Mas." "Apa kau ingin menitipkan sesuatu?" "Tidak, aku dan Rini akan ke kecamatan pergi belanja, kau jangan terlalu lama datang, kau harus membantu keluarga kita." "Baik, aku hanya akan pergi melihat Maura dan segera kembali." "Bawa dia kembali ke sini, kasihan sendirian dia rumah." "Aku akan membujuknya," jawab Mas Hamdan sambil menepuk bahuku lembut. "Jangan bertengkar dengannya, Mas." "Ya, aku akan bicara dengan baik." Tak lama mobil itu bergerak, meninggalkan pekarangan rumah dan membiarkan aku memandangnya hingga kendaraan itu berbelok di tikungan. ** Ada hal yang kemudian kusadari tenta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD