Usai menyaksikan kepergian wanita itu, suamiku kemudian menghela napas dan merangkul pundakku. Tanpa kata kata aku sudah paham bahwa dia ingin menularkan kekuatan dan kepercayaan diri bahwa untuk saat ini aku adalah orang yang sangat dia cintai dan dia tidak akan goyah pada godaan atau hinaan orang. "Ayo masuk, aku ingin mandi dan bersiap untuk salat magrib," ajaknya lembut. "Iya, Mas. Kalau begitu mandilah, saya akan ganti baju dan pergi menyiapkan makan malam." Ada beberapa anggota keluarga lagi yang rencananya akan kembali besok pagi, mereka adalah kerabat terakhir yang masih berada di rumah. Jadi jika besok Mereka sudah pergi yang tertinggal hanya aku Mas Irsyad dan anak-anak. ** Usai salat berdua dengan suami, kami berdoa meninggikan tangan dan harapan semoga Tuhan memberikan apa

