Wanita itu langsung tercengang sambil memegangi pipinya yang berubah merah, kuyakin itu sakit dan pedih. "Jadi ini adalah hal yang ingin Mbak bicarakan padaku?" "Beraninya kau menghubungi anakku dan minta solusi darinya. Apa kau sungguh putus asa?!" "Iya, aku putus asa, kupikir ia akan membantuku bicara padamu atau minimal ...." "Minimal apa? minimal kau menciptakan jarak di antara kami?! Kurang ajar sekali kau ini, sudah kuberi hati, tapi kau malah menikam jantungku!" Wanita muda yang sedang hamil 6 bulan itu itu mendongak ke arahku dengan bola mata berkaca-kaca. Bibirnya bergetar hendak mengatakan sesuatu tapi dia menahannya. "Apa kau ingin bilang bahwa kamu saat itu tidak punya pilihan?" Tak lantas menjawab wanita itu malah menangis, tersedu sedu dan menarik perhatian semua ora

