166

1034 Words

"Raihan Please, buka pintunya Nak," bujukku sambil terus melihat ke pintu depan berharap agar Irsyad tidak segera masuk ke dalam rumah selagi aku membujuk putraku. "Tidak Bunda, jika kita sudah datang baik-baik maka kita harus pergi baik-baik!" "Tapi kondisinya tidak bisa seperti itu Raihan!" "Tidak Bunda, Bundalah yang harus mendewasa dan berubah. Kami ini sudah besar, malu digandeng ke sana kemari, dibawa pindah ke sana dan ke sini, seakan-akan kami hanya koper yang berhak diseret seperti apa yang Bunda mau!" "Bunda tidak punya pilihan Raihan, tolong mengertilah, keluarkan barang-barangmu dan ayo pergi dari rumah ini!" Berkali-kali kuketuk pintu dengan hati yang galau, perasaan remuk redam dan air mata yang tertahankan. "Raihan, Nak ... Bunda mohon ...." Selagi memohon Mas Irsyad da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD