Seminggu setelah hari pemakaman itu, aku masih diam dan memantau apa yang terjadi dari jarak jauh.
Mia dan Pak Bastian Selalu memberi tahuku perkembangan perusahaan, memberi data dan fakta apa saja yang terjadi, termasuk kegiatan Mas Randy dan Eleanor yang katanya pernah datang mengunjungi korporasi dan langsung masuk ke ruang direktur dan duduk di kursi utama.
Berani sekali dia.
Bahkan tanah kuburan masih merah, andai aku telah benar-benar mati tadinya, entah apa yang terjadi. Eleanor wanita picik itu, jika dia sosok yang punya kecerdasan intelektual yang tinggi ia tak akan datang secepat itu, membuat orang curiga dan meyakini bahwa Mas Randy memang terlibat skandal perselingkuhan.
Banyak kudengar kabar burung yang berhembus di jajaran staf dan karyawan, jika hubungan terlarang suamiku telah memicu pertengkaran dan rasa depresiku sebagai istrinya, hingga aku memilih untuk bunuh diri. Kabar lain juga mengatakan bahwa karena begitu stressnya, aku memilih menenggak alkohol hingga berkendara dalam keadaan mabuk dan mengalami kecelakaan.
Luar biasa, bukan?
Kejam sekali mulut-mulut mereka, andai mereka tahu yang sebenarnya, masihkah mereka akan membuka mulutnya untuk mengghibah yang tidak berguna.
Tentang saham perusahaan setelah kabar kematianku memang agak merosot namun dengan cakapnya, Pak Bastian bisa mengendalikan keadaan, dan memberi penjelasan kepada beberapa investor utama kami untuk tetap tenang dan tidak merubah apa pun dalam perjanjian kerja. Peran Mas Randy pun juga berpengaruh sebagai Manager kepala, ia juga bertanggung jawab dan cakap mengatur hingga semuanya kembali stabil dan bisa dikendalikan.
Sayang, andai ia tak terjerat hubungan terlarang, aku pasti begitu bangga dan semakin mencintainya.
Tring ...
Bunyi ponsel memaksaku untuk menyudahi lamunan tentang korporasi dan suamiku, kubuka benda pipih tersebut lalu melihat nama Mia tertera di panggilan.
"Halo Mia," sapaku.
"Halo, Bu, saya ingin memberi informasi terkait penyelidikan mobil Ibu," ucapnya dari seberangnya.
"Ya, katakan."
"Menurut penyelidikan mobil jaguar yang ibu kendarai di hari kecelakaan, kondisinya secara fisik masih prima, dikeluarkan dari pabriknya sekitar satu tahun lalu dan ibu baru memilikinya sekitar enam bulan. Mobil itu juga belum menempuh perjalananan 10.000 km sehingga tak mungkin akan mengalami keausan mesin dan memburuknya minyak rem. Tim investigasi sudah memeriksa, kondisi mesin sangat prima, piston dan kampas rem juga sangat baik, satu-satunya yag terputus adalah selang minyak rem, dilihat dari keadaannya sepertinya selang tersebut memang tak akan putus degan sendirinya karena dibuat dari serat karet yang tebal, jadi kecelakaan ini saya yakin terjadi karena seseorang telah memutus selang minyak rem anda."
"Benar begitu analisanya?"
"Iya, Bu. Keterangannya begitu dari polisi, apakah ibu punya orang yang mungkin dicurigai sebagai tersangka?"
"Uhm, saya gak yakin Mia, tapi ... Meski begitu, saya akan memikirkannya, terima kasih atas informasinya. Dan ya, pastikan jika kasus saya ini diselidiki hingga tuntas."
"Pasti Bu," jawabnya.
Kini yang terlintas dalam benakku, siapa orang yang telah melakukan hal keji itu padaku, apakah suamiku atau malah aleanor? Tapi, Aku tak bisa serta merta menuduh mereka tanpa bukti, lagi pula dalam bisnis media, persaingan mengejar rating dan nama sudah lumrah terjadi, mungkin saja pihak pihak yang tidak suka dengan kemajuan Subroto media menggunakan cara yang salah untuk mengalahkan Bisnisku.
Tapi sungguh, begitu banyak pertanyaan yang bergelayut membutuhkan jawaban yang harus segera kuungkap.