Renang

1828 Words

Lift berbunyi pelan. “Ting.” Pintu terbuka perlahan. Kesya melangkah keluar dengan langkah ringan. Rambutnya tergerai rapi, wajahnya masih menyimpan sisa senyum sejak tadi membaca pesan dari Kevin. Di tangannya, ponsel masih menyala. Pesan terakhir dari Kevin masih terpampang jelas: “Sayang aku uda di lobby apart kamu ya.” Kesya tidak langsung membalas. Bukan karena tidak mau, tapi karena ia tahu—orangnya sudah ada di depan. Dan benar saja. Begitu ia keluar dari area lift, matanya langsung menangkap sosok pria tinggi dengan kemeja santai, berdiri bersandar di dekat pilar lobby. Kevin. Tangannya dimasukkan ke dalam saku celana, tapi matanya fokus ke arah lift, seolah hanya menunggu satu orang. Saat mata mereka bertemu, Kevin langsung tersenyum. Kesya tanpa berpikir panjang langsung ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD