Suara mesin mobil berhenti pelan di depan rumah besar itu. Mobil Alphard hitam mengilap terparkir rapi. Pintu terbuka. Kevin turun. Outfitnya santai—kaos putih polos yang pas di badan, celana pendek jeans, dan sepatu kasual. Simple, tapi tetap kelihatan mahal dan… ganteng. Dia sempat merapikan rambutnya sebentar. Menarik napas. “Calon suami…” gumamnya pelan sambil senyum tipis sendiri. Supir di belakang hanya tersenyum kecil melihat tingkah bosnya. Kevin melangkah masuk ke dalam rumah. Langkahnya santai, tapi jelas ada rasa beda hari ini. Lebih ringan. Lebih… berbunga. “Assalamu’alaikum, Ma…” ucapnya begitu masuk. Salah satu mbak langsung menyambut. “Wa’alaikum salam, Mas Kevin. Silakan masuk.” Tak lama, Ranti muncul dari arah ruang tamu. “Wa’alaikum salam, mantu Mama,” bal

