Pagi itu terasa aneh. Biasanya kamar Kesya penuh cahaya hangat yang bikin dia semangat bangun. Tapi hari ini tirai masih tertutup setengah. Cahaya masuk tipis. Dan Kesya masih terbaring. Tubuhnya tidak bergerak banyak. Wajahnya pucat. Rambut panjangnya sedikit berantakan di bantal. Matanya terbuka pelan. Kosong beberapa detik. Lalu perlahan dia mengerjap. Tangannya bergerak lemah ke arah nakas. Meraih ponsel. Layar menyala. Kesya menyipitkan mata. “What… jam 9 udah…” Suaranya serak. Lemah. “…tapi badan gue gak bisa bangkit…” Dia menjatuhkan ponsel itu ke d**a. Menghela napas pelan. Tubuhnya terasa berat. Seolah ditarik ke kasur.Tapi layar ponsel masih menyala. Notifikasi terlihat jelas. Missed call. Banyak. Video call. Telepon. Nama yang sama. Kevin. Kesya langsung me

