Tunangan

1702 Words

Ruang tamu rumah Kesya berubah total siang itu. Dekorasi bunga memenuhi sudut ruangan. Warna toska dan sentuhan blue ice berpadu lembut, elegan, dan hangat. Kursi-kursi tersusun rapi, tamu undangan duduk tenang sambil berbisik pelan. Suasana terasa sakral, tapi tetap hangat. Di sisi kanan, Reza duduk tegap dengan pakaian formal, sementara Ranti di sampingnya terlihat anggun meski matanya mulai berkaca-kaca. Alex dan Arka duduk tak jauh dari mereka. Alex sesekali melirik ke arah pintu dengan gelisah, sementara Arka lebih santai. “Deg-degan juga gue,” bisik Alex pelan. Arka melirik sekilas. “Bukan lo yang dilamar.” “Iya sih… tapi tetap aja,” gumam Alex, menghela napas. Arka tersenyum tipis. “Santai. Kesya kuat.” Alex mengangguk pelan, walau jelas masih gelisah. Di sisi lain ruangan, p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD