Pagi itu suasana Bandara Soekarno–Hatta masih cukup ramai. Pesawat dari Singapore baru saja mendarat beberapa menit lalu. Di antara para penumpang yang berjalan keluar dari area kedatangan, seorang pria tinggi dengan jas abu-abu terlihat berjalan santai sambil menarik koper kecil di tangannya. Pria itu adalah Angkasa. Wajahnya terlihat segar meskipun baru saja menempuh penerbangan singkat dari Singapore. Di tangan kirinya ia membawa tas belanja berisi beberapa kotak coklat premium yang baru saja ia beli di bandara Changi. Angkasa tersenyum kecil melihat tas itu. “Kesya pasti suka.” Ia bergumam pelan. Angkasa memang selalu ingat hal-hal kecil tentang gadis itu. Apalagi setelah beberapa waktu terakhir mereka sering berkomunikasi karena urusan pekerjaan dan proyek. Beberapa menit k

