Pagi di Aurellion Group terasa lebih sibuk dari biasanya. Jam baru menunjukkan pukul delapan lewat sedikit, tapi ruang meeting utama sudah hampir penuh. Meja panjang dari kayu gelap itu dikelilingi oleh beberapa staf penting perusahaan. Kesya duduk di salah satu kursi di sisi kanan bersama Rafi. Di depannya ada laptop, buku catatan, dan pulpen yang ia putar-putar pelan. Rafi menoleh sedikit.“Kes… deg-degan gak sih?” bisiknya. Kesya mengangkat alis. “Deg-degan kenapa?” “Ini meeting sama klien besar loh. CEO nya lagi.” Kesya menghela napas kecil."Ya santai aja. Kita kan cuma bantu data.” Rafi menyenggol lengannya pelan. “Iya tapi lo kenal orangnya kan.” Kesya menatap Rafi. “ Kan gue Udah gue bilang… itu teman masa kecil.” Rafi nyengir."Teman kecil yang kemarin nyapa lo kayak di drama

