Pagi itu kantor Aurellion Group gak seperti biasanya. Biasanya rapi, tenang, profesional—semua orang fokus sama kerjaan masing-masing. Tapi hari ini… beda. Di hampir setiap sudut kantor, terutama lantai 28, suasana berubah jadi… rame. Bukan rame berisik gak jelas. Tapi rame yang penuh bisik-bisik, tawa kecil, dan ekspresi kaget yang sama di wajah banyak orang. Semua berawal dari satu hal— Undangan. Amplop elegan dengan emboss nama besar: Kevin. CEO mereka. Dan isi di dalamnya… cukup buat satu lantai itu kehilangan fokus kerja selama beberapa menit. — Di area kerja tim lantai 28. Nanda berdiri sambil megang undangan, matanya masih bolak-balik baca isi kartu itu. “Gue gak salah baca kan…” gumamnya pelan. Di sebelahnya, Bella langsung mendekat. “Mana liat.” Nanda kasih unda

