MENIKAH

576 Words
Seperti mimpi ketika dalam beberapa hari keluarga dan management Rajendra sudah berkumpul dan hadir disini, merencanakan pernikahan mereka dengan dukungan penuh keluarga Brown dan penghuni kota kecil ini. Pesta pernikahan yang rencananya digelar kecil kecilan menjadi cukup besar, karena penduduk kota kecil ini cukup mengenal Diandra dan Narend. Apalagi pesta ini sekaligus perpisahan karena mereka tahu Diandra dan Narend akan mengikuti suaminya pulang ke Indonesia. Masih ada waktu sebelum mereka pulang, dan itu artinya ada beberapa hal yag berkaitan degan pekerjaan dan administrasi harus diselesaikan dalam waktu kurang dari sebulan. “ Kami akan kehilangan mereka.” Thomas berdiri disamping Rajendra ,’ Tapi kami sadar ini yang terbaik.” “ Terima kasih sudah menjaga mereka selama ini.” Rajendra menatap istrinya yang tengah berbincang dengan penduduk desa. Thomas tersenyum ,” Aku, istri dan anakku menerima Andra di keluarga kami, lebih dari sekedar penyewa. Apalagi saat kami mengetahui dia hamil, untung saja kehamilan dan persalinannya tergolong lancar.” ia menyesap minumannya saat menyadari sudut matanya basah ,” Sekali seumur hidup aku melihat Diandra menangis histeris, yaitu sesaat setelah melahirkan Narend.” Rajendra tercenung ,” Seharusnya ada aku disampingnya.” Thomas menepuk bahu Rajendra ,” Lalu kecelakaan itu terjadi, karena kelalaianku akan kondisi kendaraan, aku harus kehilangan istri dan anakku. Pada saat itu duniaku gelap, aku meninggalkan semua nya ditangan Andra. Tangan kecilnya membantuku bangkit, menyadarkanku masih ada papa mama yang membutuhkan aku.” ditunjuknya resort yang terbentang didepannya ,” Kami memulainya bersama sama ... Andra dan Narend akan selalu menjadi bagian dari kami. Bahagiakan mereka, mereka layak untuk itu.” diteguknya minuman sampai tandas ,” Dan kami mempercayaimu.” “ Aku janji .... Datanglah ke Indonesia, rumah kami selalu terbuka untuk kalian. Dan aku yakin kota ini akan jadi kampung halaman buat Andra dan Narend. Kami akan sering datang.” Dan sudah hampir pergantian hari ketika mereka berdua memasuki rumah Diandra, meninggalkan yang lain di resort, termasuk Narend. Diandra melihat sekeliling, rumah kecil yang ditempatinya setelah perjuangan panjang. Rumah yang mulai membuatnya nyaman, yang mungkin harus ditinggalkannya beberapa waktu lagi. “ Berat meninggalkan semuanya, Ndra ?” Rajendra memelukknya dari belakang, meletakkan dagu dibahu Diandra. “ Setengah dari diriku berpikir dan berharap untuk tinggal.” “ Jadi ... kita hanya setengah dari dirimu ?” Diandra menyentuhkan pipinya ,” setengah lainnya akan utuh bersama kalian.” Tersenyum samar saat Rajendra mengeratkan pelukannya ,” Rasanya seperti harus bersiap ke dunia yang lain, keluar dari dunia yang kuciptakan dan kuatur sendiri.” “ Dunia yang terlalu berisik untukmu ?” Diandra menghela nafas ,” Kelihatannya aku butuh beberapa penutup telinga dan kacamata kuda.” Rajendra tertawa pendek ,” Di rumah kita ada satu kotak penuh.” Diciumnya sisi wajah Diandra ,” Dan kamu punya role model untuk mengabaikan yang tidak membuatmu nyaman.” Diandra tertawa ,” Iwan bilang antrian wawancara sudah menumpuk, dan kamu belum mengiyakan satupun.” “ Aku hanya akan bicara sekali tentang kita, dan itu harus pada  pihak yang tepat ... secara personal dan profesional.” Diandra memutar tubuhnya, memeluk pinggang Rajendra ,” Aku percaya kamu ahlinya, Mr Perfect.” Rajendra tersenyum menatap kepercayaan dan cinta dimata kelam itu ,” Jadi ... apa yang akan kita lakukan sekarang, istriku ....?” tanyanya jahil dengan memberikan tekanan pada kata terakhir. “ Istirahat, capek.” Diandra menjauh dan terpekik ketika Rajendra mengangkat tubuhnya. “ Aku gak yakin tentang itu.” Rajendra melangkah lebar ke kamar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD