PULANG ATAU KERJA ?

608 Words
Diandra melangkah pelan dibelakang rombongan kecil itu. Menatap Narend yang tampak jelas tidak rela melepas keluarga barunya kembali ke tanah air. Lengan kecil itu memeluk erat leher Rajendra, menempelkan pipinya disana. Dihelaya nafas panjang , akan butuh waktu beberapa hari mengembalikan suasana hati lelaki kecilnya setelah mereka semua pergi besok pagi. “ Andra.” Tergagap, Diandra tersenyum pada Bu Hardy yang ternyata sudah berdiri disampingnya ,” Ya, Tante ....” Perempuan parobaya itu menghela nafas ,” Bisakan kamu memanggilku mama ?” Diandra menggigit bibirnya, “ Atau kamu belum memaafkan mama ?” “ Bukan begitu ..” “ Mama tahu, yang terjadi waktu itu kesalahan yang fatal. Dan kamu menanggung semuanya sendiri. Tentu tidak mudah untuk memaafkan ....” Diandra memeluk lengan Bu Hardy ,” Bukan seperti itu .... Saya cuma  ehm ...” dihembuskannya nafas panjang ,” Rasanya semua ini tidak nyata, bahkan sampai saat ini.” “ Andra,pulanglah anak.” pintanya pelan setelah keduanya melagkah dalam hening beberapa saat. “ Pulang ?” mata Diandra berkaca kaca ,” Saya harus pulang kemana ?” Bu Hardy terdiam, menyadari perempuan disampingnya ini sudah tidak punya siapa siapa ,” Tempatmu pulang adalah disamping Jendra ... bersama kami semua.” Diandra melepaskan genggamannya, mengusap wajah dengan kedua tangannya ,” Narend punya tempat untuk pulang, dia bisa pulang kapanpun dia mau.” Bu Hardy tidak mampu berkata kata, sepenuhnya menyadari pergulatan batin Diandra. Benar kata Rejendra, dia membuka pintu untuk Narend tapi menarik dirinya sendiri ,” Andra .... bukan hanya Narend, tapi kalian berdua.” Dindra menarik nafas panjang ,” Narend yang utama. Hidup saya selama ini cuma cukup untuk Narend.” “ Ibu ....” seakan merasa sedang dibicarakan, lelaki kecil itu memanggilnya. “ Ya sayang.” Rajendra membawanya mendekat. “ Besok ayah pergi kerja, malam ini Narend tidur sama ayah lagi ya ?” Diandra mengangguk sambil tersenyum. “ Ibu ikut sama Nerend ?” “ Narend sama ayah saja ya .... ibu di kamar sebelah.” tertawa menjentik bibir mungil yang cemberut itu ,” ducky face begitu ...” “ Morie sering tidur sama moomy and dolehaddynya, Alya juga.” Diandra mengatur nafas, menatap sekilas pada Rajendra yang tampak jelas tidak ingin membantu memberikan penjelasan pada Narend ,” Narend kan jagoan, bukan gadis kecil lagi seperti Morie dan Alya. Biasanya juga ibu tidur di kamar sebelah. Kali ini Narend boleh bersama Ayah ... karena besok ayah pulang.” “ Ayah pergi kerja, bukan pulang.” sergah Narend. “ Sama saja.” Kepala kecil itu menggeleng cepat ,” Gak sama, ayah cuma mau kerja. Kalau sudah selesai kerja ayah janji akan pulang kesini, kerumah kita.” Diandra menatap Rajendra ...* Apa yang kamu katakan padanya ?*.... Yang sebenarnya ....Rajendra mengangkat bahu sambil tersenyum tipis. Tertawa geli melihat perempuan didepannya menahan diri untuk tidak mendebat balik ... *maaf, aku terpaksa menggunakan Narend untuk meraih hatimu kembali ... * Laras mendekat dan meraih bahu Diandra ,” Narend sama ayah, malam ini ibu mau cerita cerita sama tante. Boleh ?” “ Boleh. Tapi tidurnya jangan malam malam. “ “ Sok tua.” gerutu Diandra, Tertawa melihat Narend menirukan kalimat yang sering dilontarkannya setiap kali Daniel dan Morie ijin menginap. “ Tante sama nenek mau beli boneka Alya ... Narend mau ikut ?” Narend menatap Rajendra dan merosot dari gendongan saat ayahnya mengangguk ,” Ayah sama ibu tunggu di hotel ya.” Narend mengangguk dan segera mengikuti Laras an Bu Hardy. “ Ayo ....” Rajendra mengulurkan tangannya. “ Hmmm.” Rajendra menghela nafas melihat Diandra memasukkan tangan ke saku mantelnya dan berjalan menuju hotel.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD