episode 17

2497 Words
Sebenarnya hari ini New ingin berangkat kerja karena sudah 5 hari ia tidak masuk sejak kasus penculikannya, namun Tay melarangnya dengan alasan ingin New istirahat lebih lama dan juga karena New baru saja di culik Tay tidak ingin hal itu terjadi lagi. Sehingga sejak pagi New marah-marah tanpa henti. Bahkan pengawal yang diutus Tay untuk menjaga New saja dia marahi tanpa alasan yang jelas. Namun Tay tidak ambil pusing, dia tetap melanjutkan pekerjaannya di ruang kerjanya. Off maupun Gunn tidak tahu harus bagaimana, karena mereka tahu Tay dan New sama-sama orang yang keras kepala. New sudah mencoba untuk pergi keluar tanpa sepengetahuan Tay, tapi tetap saja dia tidak bisa pergi karena rumah itu memiliki banyak sekali penjaga dan cctv membuatnya tidak bisa pergi kemanapun. New merasa dikurung didalam sangkar emas. New juga tidak bisa menghubungi siapapun karena sejak di culik ponselnya hilang entah kemana, membuatnya hanya mampu duduk termenung di teras belakang rumah melihat hamparan langit yang sangat cerah. "hahhh... sampai kapan aku harus mengurung diri disini? bagaimana keadaan mereka? apa mereka mencari ku? pasti mereka akan mengomel karena aku menghilang tanpa kabar selama beberapa hari ini" keluh New menghel nafas berat. "apa yang kamu fikirkan honey?" pertanyaan seseorang yang telah membuat mood New berantakan sejak pagi kini menghampirinya dan duduk disampingnya. Tanpa melihat kearahnya New langsung pergi meninggalkan Tay yang baru saja tiba. "Mau kemana hemm? Kenapa kamu mengabaikanku seperti ini?" Tay menggenggam tangan New, membuat New menghentikan langkahnya. Namun New tetap tidak melihat ke arah Tay, dia hanya menatap ke arah lain. Tanpa menjawab New menghentakkan tangannya lalu masuk ke dalam rumah. Tay mengejarnya dan memeluk New dari belakang "tunggu dulu" "Lepas" Namun pelukan Tay semakin erat. "Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu menatapku" New terdiam. Dia melihat ke arah kanan dan kirinya namun tidak melihat siapapun. Kemana semua orang disaat dia butuh? Gerutu New. Karena New diam saja, Tay melepas pelukannya dan membalik tubuh New agar menghadapnya. Namun tatapan mata New melihat ke arah lain, dia tidak ingin menatap Tay. "Aku minta maaf oke, aku tidak bermaksud untuk melarangmu bekerja. Hanya saja aku ingin kamu istirahat hari ini" New masih terdiam. "New.. lihat aku, jangan mengabaikanku seperti ini. Jika kamu masih diam juga aku akan mencium mu didepan semua orang" Ancaman Tay berhasil membuat New menatap ke arahnya, dengan tatapan sinis tentu saja. Tay tidak peduli dengan jenis tatapan itu, yang Tay pedulikan saat ini New sudah mau menatapnya. Tay menggenggam kedua tangan New dengan lembut. "Maafkan aku okey.. besok kamu boleh bekerja tapi dengan satu syarat pengawalku akan menjagamu dari jauh, mengerti" "Hemm" jawab New dengan enggan. "Jawab aku" "Ya. Sekarang lepas. Aku ingin tidur siang" "Apa kamu ingin tidur denganku?" Ucap Tay dengan wajah sok polosnya. "Pergilah ke neraka" "oh ayolah, aku lelah aku juga ingin tidur siang" Tay mengekor dibelakang New. "kalau begitu tidurlah dikamar mu!" Tay tidak menanggapi ucapan New, ia terus mengikuti New sampai tiba dikamar lantai 3. sebenarnya Tay sudah meminta New untuk tidur dikamarnya, namun New menolak mentah-mentah dan akhirnya New tidur dikamar yang sudah disiapkan oleh Tay. "aku ingin bertanya sesuatu" ujar New setelah ia berbaring diatas kasur dengan Tay yang berbaring disampingnya. "apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Tay dengan tangan menopang kepalanya dan menatap New. "tentang Gunn... apa yang sebenarnya terjadi padanya? kenapa dia bisa hilang ingatan seperti itu?" pertanyaan New membuat Tay terdiam. ia merebahkan kepalanya diatas bantal dengan tangan diatas kepalanya. "kenapa diam saja? apa itu sesuatu yang tidak boleh ku ketahui?" tanya New sesaat tidak mendapatkan Jawaban. "itu semua karena teman sialan mu itu. andai saja saat itu aku tidak melepaskannya, Gunn tidak akan menderita seperti ini" ujar Tay pada akhirnya. New mengerti Gunn pasti sangat tersakiti karena sudah dihianati oleh orang yang dicintainya, tapi apa penyebab pasti yang membuat Gunn sampai kehilangan ingatan sebagian itu? saat New ingin bertanya, Tay sudah melanjutkan ucapannya "pekerjaan ku membuat ku bertemu banyak orang buruk. salah satunya seorang profesor gila yang bisa membuat obat agar peminumnya bisa menuruti semua keinginan pemberi. namun salah satu kelemahannya, peminum itu akan lupa dengan apa yang sudah terjadi padanya" ujar Tay menjelaskan. New terlihat berfikir, Tay kembali melanjutkan "saat aku pergi keluar negeri selama satu bulan, aku meninggalkan Gunn bersama beberapa pengawal. aku tidak tahu jika saat itu ia sedang dalam keadaan terpuruk karena dia selalu ceria seperti biasa. namun saat aku kembali ia hampir bunuh diri dan tidak sadarkan diri setelah meminum setengah botol obat yang ku terima dari profesor gila itu. aku seharusnya tidak meninggalkannya seperti itu, atau aku bisa saja mengajaknya. tapi pada akhirnya hal ini terjadi karena b******n sialan itu yang sudah menyakiti adik ku" ujar Tay dengan mata yang penuh kebencian. "aku juga bersalah karena pada saat Gunn ingin meminta penjelasan dariku aku selalu menghindar. aku tidak berani mengatakan pada Gunn dan ingin Oab menjelaskannya secara langsung. aku tidak tahu jika Gunn akan menderita seperti ini. seandainya saat itu aku mengatakan yang sebenarnya pada Gunn pasti dia tidak terlalu putus asa. ini salahku" New menutup wajahnya nya dengan telapak tangan membuat Tay tidak bisa melihat raut wajah New saat ini. namun Tay yakin jika New sedang menangis karena suaranya yang bergetar. "ini bukan salah mu. kamu menjelaskannya atau tidak pada akhirnya akan sama. b******n itu tetap meninggalkan adikku dan menyakitinya. jika saja Gunn tidak hilang ingatan aku pasti sudah membunuh b******n itu" ujar Tay sambil memeluk tubuh New. mengusap kepalanya lembut menenangkan sampai akhirnya New tertidur. *** Tok.. Tok.. Tok.. "Phi Off.." Ceklek "Ada apa Gunn?" "Ayo antar aku ke mall. Aku ingin belanja" ujar Gunn dengan semangatnya. "Tapi aku sedang banyak kerjaan, bagaimana kalau kita pergi besok saja?" "Tidak mau, aku ingin pergi sekarang. Ayolahhh phii" rengek Gunn dengan puppy eyes nya hingga akhirnya membuat Off luluh. Off memang tidak bisa menolak permintaan Gunn. "Baiklah tunggu di mobil, aku akan ganti pakaian" "Yeyyy" Gunn berlari keluar rumah dengan senangnya, namun sebelum keluar Gunn berpapasan dengan New. "Kamu mau kemana?" Tanya New yang sedang membawa segelas jus itu penasaran. "Aku akan ke mall dengan phi Off" ucap Gunn dengan semangat khas anak kecil. Walaupun dia bukan anak kecil lagi. Tapi tingkahnya selalu membuat siapa saja gemas. "Benarkah? Bolehkah aku ikut?" Tanya New sedikit berharap. "Ikutlah, aku yakin kamu merasa sesak dirumah. Bawalah kartu ini untuk kalian belanja" Tay datang bersamaan dengan Off dan memberikan sebuah black card pada New. New merasa sangat bahagia sekali karena akhirnya Tay memperbolehkannya keluar walaupun hanya ke mall dan yang lebih membuatnya bahagia karena Tay memberikan black card New sudah berencana untuk menghabiskan semua uang Tay. Terenyum licik New menerima kartu itu dengan senang hati, lalu menarik Gunn dan berjalan ke arah mobil. "Gunn.. ayo kita habiskan uangnya" "Ide bagus" Mereka pun tertawa sambil berjalan ke arah mobil. Off yang masih didalam rumah itu memandang kedua orang yang sedang berjalan keluar rumah dan Tay bergantian. "Apa kamu yakin memberikan kartu itu padanya?" Tanya Off dengan tatapan horor kearah Tay. Namun Tay hanya mengangguk tanpa mengalihkan perhatiannya. "Tentu saja, uang ku uang mereka juga" ucap Tay singkat dan meninggalkan Off yang hanya mampu menggelengkan kepalanya. "Dasar gila" Setibanya disebuah mall yang merupakan mall terbesar di kota itu New dan Gunn berkeliling mencari barang-barang yang mereka butuhkan. Off hanya mengikuti mereka dibelakang seperti pengawal. Bahkan Off memiliki tugas untuk membawa semua barang belanjaan mereka. Tanpa mengeluh Off mengikuti kemana pun mereka pergi. Setelah mereka membeli ponsel, kini mereka masuk ke salah satu toko pakaian. Tanpa sengaja seseorang menabrak Gunn membuatnya hampir jatuh jika Off tidak menahannya dari belakang. "Apa kau tidak punya mata hah? Kau?" Off yang awalnya tidak melihat orang yang menabrak Gunn itu terkejut saat melihat orang itu adalah orang yang tidak asing baginya. "Gunn? Kemana saja kamu selama ini? Maaf aku menabrak mu. Apa ada yang sakit?" "Kamu siapa?" Tanya Gunn karena merasa tidak mengenalnya. "Oab? Apa yang kamu lakukan disini?" New yang baru saja datang dari kamar mandi terkejut melihat Oab yang sedang bicara dengan Gunn. New takut jika nanti Gunn ingat siapa Oab sebenarnya dan membuatnya semakin terluka. "New? Apa yang terjadi pada kalian sebenarnya? Kenapa kalian tiba-tiba menghilang tanpa kabar?" New hanya terdiam tidak tahu harus menjelaskan bagaimana, karena New tidak ingin Oab tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun New juga tidak bisa merahasiakan semua ini dari sahabatnya. Ketika New sedang memikirkan bagaimana cara menjelaskannya pada Oab, Oab sudah lebih dulu bicara pada Gunn. "Gunn maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menghianati mu. Tapi aku tidak punya pilihan lain" Oab berusaha untuk menggapai tangan Gunn. "jauhkan tanganmu dari kekasihku" ucap Off yang sejak tadi sudah kesal karena melihat Oab. Namun ucapan Off malah membuat Gunn semakin bingung. Sejak kapan dia menjadi kekasih Off? Fikirnya. "Aku akan menunggumu dimobil" ucap Off lagi pada New dan membawa Gunn pergi. "Apa yang sebenarnya terjadi New? Kenapa Gunn seperti itu padaku?" Tanya Oab dengan sedih sambil menatap kepergian Gunn. "Maaf Oab aku belum bisa menceritakan semuanya. Aku akan menemuimu di rumah sakit besok" setelah mengucapkan nya New pergi meninggalkan Oab yang masih penuh dengan tanda tanya. "Phi Off tadi dia siapa? Kenapa dia mengenalku?" Tanya Gunn setibanya mereka didalam mobil. "Ah dia.. em.. dia teman kerja New kurasa. Aku juga tidak terlalu mengenalnya" jawab Off dengan gugup. Gunn yang melihat tingkah aneh Off itu langsung berfikir jika Off menyembunyikan sesuatu darinya. Saat Gunn ingin bertanya lagi, New datang dan langsung menyuruh Off untuk pulang. Perjalanan pulang hening tanpa suara, mereka terlalu sibuk dengan fikiran mereka masing-masing. *** "Kalian sudah pulang rupanya. Ada apa dengan wajah kalian? Kenapa murung seperti itu? Apa uangnya kurang?" Tay yang sejak tadi sudah menunggu diruang tamu dibuat heran karena melihat mereka yang baru saja datang diam semua, tidak seperti biasanya Gunn dan Off yang selalu ceria itu juga terlihat murung. "Aku lelah phi, aku ingin tidur" ucap Gun sambil berjalan menuju kamarnya. "Aku juga lelah boss" ucap Off yang juga berjalan menuju kamarnya sambil menenteng barang-barang yang tadi mereka beli. "Apa kamu lelah juga?" Tanya Tay pada New yang juga diam saja melihat tingkah aneh keduanya. New duduk disofa ruang tamu diikutin oleh Tay yang juga duduk disampingnya "Tidak, hanya saja tadi kami bertemu dengan Oab. Aku takut ingatan Gunn kembali karena selama perjalan dia diam saja" "Kenapa kamu takut? Bukankah bagus jika ingatannya kembali hemm?" Dengan lembut Tay mengusap rambut New dan membuat New bersandar di bahunya. "Memang bagus, tapi bagaimana jika dia semakin terluka dan melakukan hal seperti itu lagi?" Kini New menatap Tay dengan sedih namun bukannya menjawab Tay malah memeluknya untuk menenangkannya. "Tidak akan. Sekarang sudah ada Off yang akan menjaga. Kamu tenang saja oke" New hanya bisa mengangguk lemah. "Besok kamu bekerja kan? Sekarang tidurlah" "Aku belum mengantuk. Dan juga aku masih punya banyak pertanyaan untukmu" "Kalau begitu kita pindah ke kamarmu" *** Keesokan pagi nya New sudah bersiap untuk berangkat bekerja, seperti yang sudah Tay katakan sebelumnya dia menyuruh salah satu pengawalnya untuk menjaga New sejak berangkat hingga pulang nanti. Yah walaupun New berfikir jika itu terlalu berlebihan karena dirumah sakit banyak orang dan juga banyak cctv untuk menjaganya, namun Tay tidak peduli. Tay tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Hingga akhirnya New pasrah dengan sikap posesif kekasihnya itu. Sarapan pagi ini tidak seperti biasanya, hanya ada New dan Tay saja. Karena sejak semalam Off sudah pergi untuk menjalankan tugas yang diberikan Tay namun hingga kini dia belum kembali juga. Dan Gunn yang sejak semalam murung itu tidak ingin keluar kamar, dia menyuruh salah satu pengawal untuk mengantar makanannya ke kamarnya saja. Walaupun saat New periksa kondisi Gunn baik-baik saja, tapi entah kenapa Gunn terlihat kelelahan. New hanya bisa memberikan vitamin untuknya dan menyuruh Gunn beristirahat saja. Setibanya di rumah sakit, New langsung dikelilingi oleh para suster yang memang sudah mengenalnya. Mereka menanyakan keadaan New karena sudah beberapa hari ini tidak ada kabar. Bahkan ada rumor yang mengatakan jika New kecelakan lalu koma, dan juga ada yang mengatakan jika New kabur karena sudah menghamili seorang wanita. Namun New hanya menjawab mereka seadanya, dan menampik semua rumor buruk tentangnya. Walaupun New lumayan kesal dibuatnya karena rumor itu. Siapa yang tega menyebar rumor jahat seperti itu? Tok.. Tok.. Tok.. "Masuk" "New.. bagaimana keadaanmu?" "Ah Jane.. aku baik-baik saja. Masuklah" Jane yang perutnya semakin membesar itu berjalan dengan perlahan dan duduk dikursi yang ada didepan New. Jane memandangi wajah New dengan seksama, membuat New merasa tidak nyaman. "Ada apa jane? Kenapa kamu melihatku seperti itu? Apa wajahku aneh" Tanya New sambil memegangi seluruh wajahnya, namun Jane hanya menggeleng dan tersenyum simpul. "Aku dan Oab sangat mengkhawatirkanmu karena kamu tidak bisa dihubungi selama beberapa hari ini" "Yah sebenarnya aku juga tidak tahu apa yang terjadi denganku. Semuanya terjadi begitu cepat" "New.. hah.. hah.. akhirnya.. kamu datang juga" Oab datang dengan tergesa-gesa dan langsung menghampiri New. Memandangi tubuh New dengan seksama, lalu memeluknya. "Syukurlah kamu baik-baik saja. Aku sangat khawatir sekali" "Maaf, aku sudah membuat kalian khawatir. Duduklah" New menunjuk bangku yang ada disamping Jane dan menyuruh Oab duduk. "Jadi, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Bisakah kamu ceritakan pada kami?" Oab yang sudah duduk itu langsung melontarkan pertanyaan yang membuat New terdiam. New tidak tahu harus menceritakannya bagaimana. Namun New juga tidak bisa menyembunyikan semuanya dari sahabatnya itu. "Sebenarnya, emm.. beberapa hari ini aku diculik" kalimat New sontak membuat Oab dan Jane terkejut. "Tunggu dulu.. bagaimana bisa? Siapa yang menculikmu? Dan bagaimana kamu bisa selamat?" "Tenanglah Jane.. kamu membuatnya semakin bingung. Ceritakan pada kami perlahan New" "Tidak apa, mereka hanya salah culik. Dan untungnya aku bisa kabur. Jadi sekarang aku baik-baik saja" ujarnya bohong. Tentu saja bohong karena kejadian yang sebenarnya tidak seperti itu. Namun New memutuskan untuk berbohong karena tidak ingin membuat kedua sahabatnya itu semakin khawatir dengan keadaannya. Karena sekarang New sudah baik-baik saja. "Benarkah?" Tanya Jane dengan sedikit curiga. Namun New menjelaskan bahwa kini dia baik-baik saja. Dan tidak akan terjadi apa-apa lagi padanya. Akhirnya Jane pergi karena ada pasien yang harus segera ditangani. meninggalkan New dan Oab berdua didalam ruangan. "bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? aku tidak bisa dibohongi begitu saja. dan juga apa yang terjadi pada Gunn? kenapa...." "aku tahu apa yang akan kamu tanyakan. aku akan menjelaskan semua" potong New sebelum Oab selesai mengajukan pertanyaannya. New pun menjelaskan beberapa hal yang dibumbui dengan sedikit kebohongan namun terlihat sangat nyata. Oab mendengarkan dengan serius. "jadi maksudmu Gunn kecelakaan dan kehilangan ingatannya? lalu kamu membantu Gunn untuk merawatnya karena kakaknya tidak ingin Gunn pergi kerumah sakit?" ulang Oab, New mengangguk mengiyakan. "apa kakaknya melakukan sesuatu yang buruk padamu? kau tahu kan dia sudah melakukannya padaku. aku takut jika dia melakukan hal itu padamu juga" ujar Oab cemas. "aku baik-baik saja. Gunn sudah pulih walau ingatannya tidak bisa kembali jadi aku tidak harus menjaganya lagi. mungkin sesekali aku harus kesana untuk memantau kondisinya" ujar New lagi. ia merasa sangat bersalah karena sudah membohongi sahabatnya ini. namun hanya ini yang bisa ia katakan. setelah mendengar semua penjelasan New, Oab pun pergi. New menghela nafas lega setelah mengucapkan semua kebohongan yang tidak terfikir sebelumnya. padahal New berniat untuk mengatakan yang sejujurnya pada Oab, namun akhirnya New memilih untuk berbohong.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD