PROLOG
PROLOG
Arya Herlambang merupakan dokter spesialis jantung berusia 31 tahun yang bekerja di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dengan wajah tampan berkacamata disertai dua lesung pipi membuatnya mendapat julukan sebagai Dokter Afgan. Bukan rahasia lagi bila Arya memiliki banyak penggemar di rumah sakit, mulai dari sesama dokter, perawat, bahkan pasien wanita yang rela mengantre untuk diperiksa walaupun mereka tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Akan tetapi, dijadikan idola oleh para wanita ternyata tidak membuatnya mudah tergoda. Dia membentengi diri karena sulit untuk mengobati rasa sakit di hatinya. Beruntung dia memiliki seorang putri kecil bernama Tasya yang bisa mengobati kesepiannya.
Kisah cinta Arya sayangnya tidak berjalan mulus. Dokter jantung itu telah mengalami patah hati karena bercerai dengan istri pertamanya yang bernama Imelda. Saat hatinya mulai merasakan cinta pada wanita lain yaitu Kharisma, cinta itu malah bertepuk sebelah tangan. Tidak mudah baginya untuk melupakan wanita itu, hingga hatinya merasa takut untuk jatuh cinta lagi.
Hidup Arya berangsur berubah ketika bertemu dengan Raline yang berprofesi sebagai guru di sekolah Tasya. Raline merupakan seorang gadis juga mengalami patah hati karena gagal menikah dengan lelaki yang dia kenal sejak zaman kuliah. Tasya yang mendambakan kasih sayang seorang ibu meminta Arya untuk mencarikan mama baru untuknya. Oleh karena itu, Arya memutuskan untuk menikahi Raline.
Kisah ini akan menceritakan pernikahan yang awalnya tanpa cinta antara Arya dan Raline serta bagaimana ujian untuk keduanya. Mereka berusaha keras untuk menghindar, tetapi ternyata diam-diam cinta telah terlanjur menyelusup ke dalam hati. Semua proses yang mereka jalani pada akhirnya memberikan sebuah hikmah yang begitu dalam bagi keduanya.
***
Notes[←1]
Ruang resusitasi: bagian di IGD berupa kamar khusus dan tertutup dengan aneka peralatan medis untuk menangani pasien yang mengalami kondisi kritis.
[←2]
Saturasi darah (SpO2): pengukuran banyaknya oksigen yang tersedia di dalam darah pasien. Saturasi oksigen dalam darah normal berada di kisaran 95 hingga 100 persen.
[←3]
Intubasi endotrakeal: prosedur medis dengan memasukkan alat bantu napas berupa tabung ke tenggorokan melalui mulut atau hidung.
[←4]
GCS (Glasgow Coma Scale): skala yang digunakan tenaga medis untuk melihat tingkat kesadaran pasien berdasarkan respon yang diberikan oleh pasien tersebut. Tingkat kesadaran dinilai dari tiga aspek, yaitu respon mata, suara (verbal), dan gerakan (motorik).
[←5]
Sungguh anak keturunan dari kaum muslimin masuk surga, Ibrahim 'alaihissalamakan mengasuh mereka.” [HR. Ahmad no.8.324 , al-Hakim no. 3.399 dan Ibnu Hibban no. 7.446, dihukumi shahiholeh adz-Dzahabi dan al-Albani].
[←6]
Abu Hassan meriwayatkan, “Saya berkata kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ‘Dua orang putra saya telah meninggal. Adakah hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salamtentang mukmin yang sudah meninggal yang bisa engkau sampaikan untuk menenangkan hati kami?’ Beliau radhiyallahu ‘anhu menjawab, ‘Ya. Anak-anak mereka adalah penghuni cilik surga. Salah seorang dari mereka menyambut kedua orangtuanya, lalu memegang pakaian–atau tangan–orangtuanya sebagaimana saya sekarang memegang ujung bajumu, dan ia tidak melepaskannya sampai Allah 'azza wa jallamemasukkan dirinya dan orangtuanya ke dalam surga”. [HR. Muslim no. 2.635]
[←7]
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhumenyatakan, “Orang yang dipaksa itu tidak berlaku talak baginya.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubra: 15499 di-shahih-kan oleh Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam I’lamul Muwaqqi’in : 3/38).
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah: 2046 dan Ahmad dalam Musnadnya: 26360 Abu Ya’la dalam Musnadnya: 4444 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhabahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salambersabda, “Tidak ada talak juga tidak ada pemerdekaan (b***k) secara paksa”. (Di-hasan-kan oleh Albani dalam Shahih wa Dha’ifSunan Ibnu Majah: 2046).
[←8]
Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?” Ia berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala.” (HR. Muslim no. 1006).
[←9]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salambersabda, ‘Ada tiga golongan yang pasti akan ditolong oleh Allah; seorang b***k yang ingin menebus dirinya dengan mencicil kepada tuannya, orang yang menikah karena ingin memelihara kesucian, dan pejuang di jalan Allah’. HR. At-Tirmidzi (no. 1352) kitab an-Nikaah, Ibnu Majah (no. 1512) dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Misykaah (no. 3089).
[←10]
Istrinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.” (Surat Hud: 72)
[←11]
Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?” (Surat Maryam: 8)