←20

1587 Words

Bagian 21 FIRASAT BURUK “Sekarang kamu milikku. Jangan pernah berpikir untuk pergi dari hidupku!” - Arya Herlambang - “Arghh ….” Raline merenggangkan kedua tangan untuk menarik otot-otot tubuhnya yang terasa kaku. “Pagi, istriku,” sapa Arya dengan suara berat yang jaraknya tidak lebih dari 30 cm di sebelah kirinya. Raline hanya tersenyum, dia segera bangun dan duduk di tepi tempat tidur untuk mengumpulkan semua nyawanya. Sejujurnya dia terlalu malu untuk berlama-lama berada di dekat Arya setelah malam pertama yang mereka lewati. “Masih perih? Kalau susah jalan, aku akan dengan senang hati gendong kamu ke kamar mandi,” ledek Arya. Raline mengambil sebuah bantal dan memukulkannya ke arah Arya. Dengan cepat dia menangkis bantal itu dengan tangan kanannya. “Nyonya Arya galak ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD