Bagian 12 TEMAN HIDUP “Kami teman untuk menghabiskan sisa usia, insya Allah.” - Arya Herlambang - Raline masih saja cekikikan saat mereka telah sampai di depan gerbang panti asuhan. Arya merasa sedikit malu sebenarnya, tetapi melihat Raline dapat berhenti menangis dan bisa tersenyum kembali itu lebih penting baginya. “Mau sampai kapan ketawanya?” tanya Arya sambil melepas sabuk pengamannya. “Habisnya lucu, ngebet banget ya pengen punya istri sampai lupa hari!” sahut Raline lalu menutup mulutnya menahan tawa. Arya hanya tersenyum tipis kemudian mendekatkan tubuhnya pada gadis itu. Dia semakin mendekat hingga Raline dapat mencium aroma parfumnya. Mata mereka saling menatap tanpa bersuara bahkan Raline terpaksa menahan napasnya. “Bernapaslah!” ucap Arya hingga aroma permen mintyang seb

