Bagian 18 GAGAL KENCAN “Ternyata benar, Kharisma itu adalah perempuan yang dicintai oleh suamiku. Aku harus menyakinkan diri bahwa aku tidak boleh jatuh cinta pada Arya!” - Raline Anjani - Raline benar-benar gugup ketika Arya berada tepat di sampingnya dengan jarak yang begitu dekat. Dia merasa belum siap untuk disentuh oleh suaminya sendiri. Tatapan lelaki itu terasa menusuk, belum lagi aroma parfumnya yang menyeruak ke indera penciuman. Jangan tanya bagaimana kondisi jantung wanita itu saat ini, masih berada di tempatnya saja dia sudah sangat bersyukur. “Pa, Tasya mau tidur sama Bunda.” Raline membuang napas lega setelah mendengar suara Tasya yang tiba-tiba masuk ke kamar. “Kamu kenapa gak ngunci pintunya?” bisik Arya dengan gemas. “Maaf, aku lupa,” jawab Raline pelan. Dia khawat

