Beberapa hari ini Ans sangat menyukai permainan sepak bola. Sampai-sampai bocah itu mengatakan bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional. Bagi Sierra, apapun cita-citanya, selama itu adalah hal yang baik, ia akan selalu mendukungnya. Salah satunya adalah dengan memasakkan makanan bergizi dan sehat agar putranya dapat tumbuh besar, gagah, kuat dan tampan seperti… hehehe ayahnya. Sierra tersenyum sendiri dengan pemikirannya yang absurd. Dia kemudian mengetuk pintu apartemennya dengan satu tangan yang tidak membawa barang bahan-bahan makanan yang sudah dibelinya. “Ans, Ini ibu. Cepat bukakan pintunya.” Beberapa kali Sierra mengetuk pintu kamar apartemennya dan memanggil nama Ans, tetapi hanya keheningan yang menjawabnya sejauh ini. Perasaan khawatir mulai merambati hati Sierra. Den

