Keesokan harinya, ketika pulang dari bekerja, Sierra mendapati apartemen yang tepat berada di sebelahnya sudah kosong. Sepertinya tetangganya sudah pindah tanpa berpamitan sedikitpun. Baru beberapa minggu ia tinggal disini, Sierra sudah melihat 2 sampai 3 tetangga di apartemen ini yang pindah tanpa alasan. Hanya saja, mengingat dirinya sendiri juga bukan orang yang mudah bersosialisasi, Sierra akhirnya hanya mengangkat bahu dan masuk ke dalam apartemennya sendiri. “Ibuu…” Ans langsung menyambut ibunya dengan senyum ceria, saat mendengar suara kunci pintu apartemen terbuka. “Sayang, Ibu. Bagaimana harimu? Apakah menyenangkan?” Sierra segera memasuki apartemen dan memeluk erat Ans dengan senyum bahagia. “Mm… tadi sepulang sekolah, aku bermain sepak bola lagi. Karena kemarin aku dan Daniel

