Deorum Insula

2185 Words

Di sebuah pulau kecil yang tak tergambar di peta. “Lepaskan aku! Dasar kalian penculik pengecut. Beraninya hanya dengan anak kecil.” Sebuah suara imut bocah laki-laki yang terus memaki tanpa henti terdengar dari sebuah ruangan. Di depan pintu ruangan itu berdiri dua orang penjaga berbadan besar, berpakaian hitam dengan wajah datar dan senapan laras panjang yang tersampir di bahu mereka. “Dia masih terus berteriak?” “Ya, Nona, sejak dia sadar sampai sekarang. Makanan dan minuman yang dikirimkan juga tidak disentuh.” “Hmm, keras kepala sekali. Persis seperti ayah dan ibunya.” Senyum mengejek melebar di wajah Jasmine, dengan latar belakang suara Ans yang masih terus berteriak minta dibebaskan. “Baguslah, permainan akan semakin menarik nantinya. Kalau kalian pusing mendengar suaranya, ika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD