“Mmm…Hai? Kau sibuk? Bisa bicara?” Mendapati sosok gagah dan tampan di depannya kembali, membuat Sierra mau tak mau teringat kejadian ciuman yang baru saja terjadi. Dengan gugup, ia mengalihkan tatapannya, tak ingin melihat langsung mata Daniel dengan pipi yang sedikit bersemu merah. “...Masuklah.” Daniel terdiam sejenak melihat sikap malu-malu Sierra, otomatis matanya kembali mengarah ke bibir yang ia sangat tahu kelembutannya. Benar-benar membuatnya merasa gemas. Kemudian pria itu membuka pintu apartemennya lebih lebar untuk membiarkan Sierra masuk. Saat melangkah masuk, Sierra langsung mengerutkan dahinya sedikit. Ketika dirinya mengetuk pintu apartemen Daniel, samar-samar ia dapat mendengar suara percakapan beberapa orang, tetapi saat dia masuk, ia tidak melihat seorangpun kecuali Da

