Sontak Sierra dan Ans saling berpelukan, wajah keduanya terlihat sedikit pucat dan ketakutan. Kedua orang itu bahkan tidak berani bernapas dengan keras, mereka hanya bisa saling menatap. Lelaki jangkung yang berada di atas tempat tidur kembali terdiam, membuat pasangan Ibu dan Anak itu kembali bingung, apakah dia benar-benar belum bangun, atau memang sedang menunggu dicium untuk bangun. Sierra dan Ans melotot menatap Daniel tanpa mampu berkedip, sehingga mata keduanya memanas karena terlalu kering. Melihat tidak ada lagi pergerakan dari lelaki dewasa itu, Sierra dan Ans menghembuskan napas lega, dan bisa kembali bersikap santai. “Ibu, Daniel sakit apa? Apakah sangat serius? Apakah dia… akan mati?” Suara Ans mengecil saat ia sampai di ujung pertanyaannya. Dia masih berusaha menampilkan

