Tidak Ada Lamaran

2281 Words

Sierra nyaris tersedak air liurnya sendiri. Tadi Tuan Besar masih membahas tentang kesehatan Daniel, bagaimana bisa topiknya melompat sejauh ini. “Adik?” Suara imut Ans terdengar dari balik Sierra. Karena bersembunyi di belakang Sierra dan terhalang tempat tidur, awalnya Tuan Besar tidak menyadari kehadiran bocah kecil itu. Saat mendengar suaranya, dia baru sadar Ans juga ada di kamar itu. Dengan senyum ramah, ia melambaikan tangannya memanggil Ans. Ans dengan patuh, segera keluar dan melompat ke pelukan Tuan Besar dan memanggilnya kakek buyut dengan manisnya. Daniel mengangkat alisnya tak senang. Dia selalu merasa bahwa anak laki-laki harus terlihat jantan dan tidak boleh manja. Melihat wajah tak senang Daniel, Sierra langsung merasa gugup. Perubahan suasana hati wanita itu tak lupu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD