Ayahku, Pahlawanku

2134 Words

“Tu… Tuan Kecil. Ayo, kita pulang saja, ya.” Bibi Laura tergagap saat mendengar ajakan bermain Ans. Dia berpikir dengan usia Ans, mungkin anak itu belum mengerti apa yang dikatakan anak-anak lain yang usianya jauh lebih besar darinya. Bibi Laura ingin segera menjauhkan Ans dari mereka yang mencoba menyakitinya. “Ans ingin bermain sebentar dengan kakak-kakak ini. Oma naik saja terlebih dahulu, ya. Aku akan baik-baik saja.” Ans berkata tanpa menatap Bibi Laura. Pandangannya masih tetap menatap tajam ke arah anak yang mengatakan dirinya anak haram. Walaupun suaranya masih terdengar kekanakan, tetapi aura dingin yang terpancar dari tubuh kecil itu, membuat Bibi Laura tidak dapat berkata-kata lagi. Dengan gugup, Bibi Laura akhirnya hanya bisa berkata, “Ba… baiklah, Oma akan menunggumu disin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD