Mata Daniel menyipit saat ia melihat ekspresi wajah dan sikap Ans. Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu dengan dahi berkerut, dan tiba-tiba wajahnya terlihat semakin pucat. Ans yang sesekali masih mencuri pandang ke arah Daniel, langsung menjadi panik dan meminta turun dari gendongan Bibi Laura. “Daniel, Daniel apakah kau baik-baik saja?” Begitu Ans diturunkan dari gendongan Bibi Laura, sosok kecil itu langsung melesat mendekati Daniel yang sudah tak lagi dapat berdiri tegak. Pria yang biasanya terlihat gagah perkasa itu tampak goyah, ia bersandar di dinding untuk menopang tubuhnya. “Tubuh Tuan panas. Anda demam.” Bibi Laura yang ikut mendekat, memberanikan diri memegang tubuh Daniel dan merasakan suhu tubuh pria itu. Ting Saat Bibi Laura dan Ans masih panik, terdengar tanda pi

