Sang Mafia

2109 Words

“Tentu saja. Ayo kita minum sepuasnya sampai mabuk disini! Aku tidak pernah membohongimu,” ucap Raymond dengan wajah tanpa dosa. Sierra terdiam, tatapan curiga masih mewarnai matanya, dia masih tidak bergerak dan hanya mengamati gedung klub yang mewah ini. Pintu depannya saja terlihat sangat mewah. Di bawah sinar lampu yang hangat, kaca dua arah yang menampilkan pemandangan area dalam gedung menimbulkan kesan yang menggoda. Perpaduan warna hijau dan emas membuat tempat ini terlihat elegan dan berkelas. Tentu saja, itu berlaku jika tidak ada pasangan-pasangan mes*m ini. “Hanya tempat minum tidak akan dipenuhi pasangan seperti ini. Ray, hari ini aku memang sangat lelah, tetapi bukan berarti aku menjadi bodoh.” Sierra memutar matanya dengan kesal. “Hei, jangan menuduhku seperti itu.” Raym

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD