Saat itu, Jasmine sungguh-sungguh ingin melarikan diri. Baginya, semua terasa seperti penghinaan yang amat sangat. Dia duduk di hadapan mereka, dan di depan matanya, Sierra dan Caroline bekerja sama agar Sierra dapat berpelukan dengan pria yang dianggap kekasihnya. Dan yang paling menyakiti hatinya, Daniel, sang kekasih, bahkan tidak terlihat menolak. Rasa curiga dan kemarahan yang sudah menumpuk beberapa hari ini menjadi bahan bakar tambahan bagi emosi Jasmine saat ini. Kemarahan Jasmine sudah tidak terkontrol, napasnya terengah-engah, matanya sedikit memerah dan berkaca-kaca yang anehnya tidak terlihat menakutkan, melainkan nampak begitu kasihan, seperti seekor binatang yang terluka. Sayangnya, di tengah emosinya, Jasmine tidak memperhatikan kondisi ruangan itu. Sofa di ruang tamu ke

