Jangan Meremehkannya

1308 Words

“Kau sudah kembali?” Tuan Besar Raeschell baru saja pulang dari pertemuan bersama teman-temannya, dia sedang berolahraga ringan di halaman depan saat menyapa Sierra yang baru saja tiba. “Kenapa kau hanya sendirian? Mana Daniel?” tanya Tuan Besar Raeschell yang melihat Sierra memasuki pintu gerbang berjalan kaki seorang diri. “Aku rindu Ans, kek. Jadi kembali lebih dulu. Apakah dia sudah kembali?” Sierra menjawab pertanyaan Tuan Besar, tanpa menjelaskan kenapa dia berpisah dengan Daniel. Tuan Besar Raeschell tahu dengan pasti, bahwa itu hanyalah sekedar alasan. Baru saja dia mau menjawab, terlihat sebuah mobil hitam memasuki pintu gerbang dan segera mengarah ke garasi. Dari mobil yang telah berhenti, keluar seorang pria tampan dengan tubuh gagah, dan berwajah dingin. Daniel juga telah k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD