“Lepaskan aku!” Dengan sekuat tenaga, Sierra berusaha menyingkirkan tangan Daniel seakan tangan pria itu adalah ular melata yang menyeramkan. Menyadari posisi mereka yang begitu intim, bersamaan dengan rontaan Sierra, Daniel juga segera melepaskan tangannya. Sehingga, Sierra terjatuh begitu saja karena tenaga yang dikeluarkan begitu besar, tidak terhalang apapun lagi. “Aaah!” Karena kaget, Sierra berteriak sangat lantang, tangannya berusaha meraih apapun yang dapat dijadikannya pegangan agar tidak terjatuh. Awalnya, secara naluri, Daniel sudah mengulurkan tangan berniat membantu Sierra, tetapi suatu pemikiran terlintas di kepalanya, membuatnya mengurungkan niatnya untuk membantu. Tangannya yang terhenti di tengah-tengah, dan sikap tubuhnya, sangat terlihat seakan dia hendang memeluk

