Daniel merasa tenggorokannya begitu kering seperti terbakar. Jakun nya bergerak naik turun, ia terlihat menelan air liur nya berkali-kali. Ekspresi wajahnya yang selalu dingin, seketika terlihat berubah. Daniel segera berbalik dan melangkah untuk meninggalkan kamar Sierra dan menuju kamar nya untuk mandi air dingin. Akan tetapi, Sierra yang sudah terbangun, berjalan dengan terhuyung-huyung ke arahnya. Dia menatap Daniel sekilas sambil bergumam, “Tidak boleh kesal, tidak boleh kecewa. Apakah aku bahkan tidak boleh merasa sedih? Aku sudah memutuskan untuk melepaskanmu, tetapi saat kalian sedang berbahagia, bisakah kalian tidak menunjukkannya di depan ku? Apakah cinta kalian baru bisa dikatakan cinta sejati, jika sudah berhasil menginjak-injak hatiku? Haruskah setiap kali aku menyinggung

