“Suamiku… Selamat… “ Sierra bergerak-gerak gelisah. Air mata membasahi bulu matanya, mengalir pelan menuruni pipi mulusnya. “Kudoakan kau bahagia, dan bisa segera mendapatkan anak.” Tubuh Daniel kembali membeku saat mendengar igauan Sierra. Sepanjang malam tubuhnya memanas, kemudian mereda, dan kembali memanas setiap wanita di pelukannya bergerak. Bahkan seprai yang ditidurinya terlihat telah basah oleh keringat. Di malam itu, ada sesuatu yang mencair di hati Daniel yang selalu membeku. Wajahnya terlihat lelah, tetapi ada pancaran kelegaan di bola matanya. ===== Mentari pagi bersinar lembut menembus jendela yang tidak tertutup tirai, menyinari lantai kamar dimana terlihat baju wanita berserakan. Perlahan sinarnya naik ke atas tempat tidur. Wanita yang masih terlelap itu terlihat mula

