Friendzone. Anda, Dia, END.

1869 Words

“Ibu, aku lihat, beberapa hari ini, senyum dan tawa ibu berbeda. Apakah Ibu sedang bahagia?” Ans berjalan sambil sesekali menggoyangkan tangan ibunya. Langkah kaki bocah kecil itu seperti ada per di telapak kakinya, ia melompat-lompat gembira. “Ans sendiri, akhir-akhir ini ibu lihat sangat senang sekali. Kau lebih sering tertawa.” Sierra menatap lembut ke arah putranya. “Hmm… aku senang, anak-anak di area apartemen ini tidak ada lagi yang berani mengejekku tidak punya ayah. Nanti, saat festival di sekolah, aku juga akan memperkenalkan ibu dan Daniel kepada teman-temanku, biar mereka tahu, aku juga punya ayah seperti mereka.” Mendengar jawaban polos Ans membuat hati SIerra seperti diremas oleh tangan kasat mata. Maafkan ibu, nak. Karena keegoisan ibu, kau menjadi korbannya. Ibu janji, ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD