Hari festival di sekolah Ans telah tiba. Sejak subuh, bocah itu sudah terbangun dengan penuh semangat. Tak lupa dia juga terus mengganggu tidur Sierra, dan memaksa agar Ibunya bangun lebih cepat. Sierra hanya bisa tertawa melihat betapa bersemangat putranya hari ini. Diapun segera bangun, mandi dan bersiap-siap, tak lupa dia juga membuatkan sarapan onigiri berbentuk bulat untuk bekal makan Ans di sekolah nantinya. Melihat Ans yang berkali-kali membuka pintu apartemen dan berdiri diam di depan pintu memperhatikan pintu kamar Daniel, Sierra mengerti, anak itu berharap dapat melihat pria itu keluar dari apartemennya. Dia pasti takut Daniel membatalkan janjinya. Dengan lembut Sierra berkata, “Ans, pergilah mandi dan bersiap-siap. Kau belum memasukkan pakaian olahraga dan baju gantimu ke da

