“Ck. Akhirnya aku kembali ke tempat ini lagi. Dari sini aku memulai cintaku, disini juga aku mengakhirinya…Sial…” Raymond mengacak-acak rambutnya kesal dan menatap ke bangunan besar di balik pagar itu dengan tatapan muram. Menit berlalu, hingga akhirnya Raymond menghela nafas lelah dan memutar tubuhnya untuk pergi. Namun, tubuh Raymond mendadak membeku, saat matanya tak sengaja menatap sepasang sepatu boots berwarna gelap yang sedikit tersembul di balik pohon. Keningnya sontak berkerut dalam. Ada orang yang sedang bersembunyi? Bergaya seperti orang mabuk, Raymond membungkuk meraih botol minuman yang tadi dilemparnya dengan sembarang dan menggoyang-goyangnya untuk memeriksa isinya dan menenggak cairan yang tersisa beberapa kali sambil memutar tubuhnya dan memperhatikan sekelilingnya.

