“Ah, itu…ibu…sebenarnya…” Suara Ans tersendat gugup. “Aans…” Sierra memberikan tekanan panjang saat memanggil nama putranya. “Daniel.” Yang ditakuti Ans dalam hidupnya adalah jika Ibu nya marah. Jadi Ans memutuskan untuk segera menjawab dengan jujur. “Daniel benar-benar tidak bisa diandalkan. Padahal dia berjanji padaku, akan menghubungi ibu setiap hari.” “Jadi…” Hati Sierra bercampur aduk. Tak heran akhir-akhir ini berita yang dikirimkan berubah menjadi ‘aku mencintaimu’. Sierra merasa jantungnya berdebar sangat kencang dan keras seperti ingin melompat keluar. Senyum malu-malu menghiasi wajah kurusnya. Namun, saat kilasan kejadian di rumah Raymond melintas di kepala Sierra. Senyum itu kontan membeku dan menghilang. Sierra sudah kotor, dia tidak layak lagi untuk Daniel. Sierra merasa

