Zee Telat Haid

534 Words

Jonathan tiba di rumah sakit tempatnya bertugas dengan langkah terburu-buru. Kepalanya tertunduk dalam, berusaha menyembunyikan wajah di balik kerah jaket agar tidak dikenali oleh orang-orang yang mulai membicarakannya. Begitu ada kesempatan, ia menyelinap masuk ke ruangan rekannya, seorang spesialis kandungan. "Dokter Jo, aku sudah menunggumu," sapa Reyhan, sang dokter spesialis kandungan, begitu Jonathan menutup pintu dengan rapat. "Maaf, aku harus mampir ke ruang karantina dulu untuk mengambil ini," sahut Jonathan napas yang masih memburu. Ia buru-buru mengeluarkan sebuah tabung darah dari balik jasnya. Reyhan mengangguk paham, ekspresinya serius. "Aku mengerti." "Kalau prosedurnya dimulai hari ini, berapa lama hasilnya akan keluar?" tanya Jonathan penuh harap. Sorot matanya memanca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD