Malam semakin larut, namun kegelisahan Sella tak kunjung reda. Di dalam kamar yang seharusnya menjadi ruang istirahat, ia terus mondar-mandir dengan ponsel yang tak lepas dari genggaman. Panggilannya diabaikan berkali-kali oleh Jonathan. "Sebenarnya kamu ke mana sih, Jo?" gumamnya kesal. Tiba-tiba, sebuah notifikasi pesan masuk. "Aku tidak pulang hari ini. Aku sedang mengurus surat mutasi dokter dari rumah sakit di Jakarta," tulis Jonathan. Mata Sella membelalak. "Dia di Jakarta?" bisiknya tak percaya. "Kenapa tidak bilang kalau ke Jakarta?" balas Sella cepat. Jemarinya menekan layar dengan penuh emosi. Jonathan membalas singkat, "Maaf, aku terburu-buru. Aku ingin menyelesaikan semua urusan sebelum hari pernikahan kita." Jonathan menghela napas di seberang sana. Ia terpaksa berbohong

