Rusdi terduduk lesu di salah satu bangku taman rumah sakit yang dingin. Kebisingan di sekitarnya perlahan memudar, berganti dengan suara isak tangisnya yang tertahan. Kepalanya tertunduk dalam, sementara pikirannya terseret kembali ke masa 18 tahun silam, masa ketika hidupnya masih utuh, dan Zee kecil baru menginjak usia tujuh tahun. *** Flashback Pukul enam pagi yang dingin. Rusdi tersentak bangun, matanya yang memerah karena kurang tidur langsung melirik ke arah jam dinding. “Buk, kok gak dibangunin sih!” seru Rusdi dengan nada panik. Ia menyambar jaket kusamnya dan handuk kecil yang biasa digunakan untuk menyeka keringat di balik kemudi dengan gerakan terburu-buru. Rita mendekat, wajahnya penuh kecemasan saat melihat kantung mata suaminya yang menghitam. Ia memegang lengan Rusdi, m

