Restu Aditya Hein

1361 Words

Suasana tenang di ruang kelas 1 seketika pecah saat beberapa suster masuk dan mulai menyiapkan ranjang Zee untuk dipindahkan. Rusdi yang baru saja kembali, tersentak mundur dengan wajah pucat. “Loh! Zee mau dibawa ke mana lagi?” ucap Rusdi kaget. Suaranya meninggi, jantungnya berdegup kencang melihat ranjang putrinya didorong keluar ruangan seolah terjadi keadaan darurat yang tidak ia ketahui. Sifa dan Heri yang berdiri di sudut ruangan juga nampak cemas. Mereka saling berpegangan tangan, mata mereka mengikuti pergerakan ranjang Zee dengan rasa takut yang nyata, khawatir jika kondisi sahabat mereka tiba-tiba memburuk secara serius. Namun, berbeda dengan kegelisahan yang lain, Rita justru melangkah mendekat dengan binar mata yang berbeda. “Zee akan dipindahkan ke ruangan VVIP, mas,” uc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD