Jonathan: "Kau hamil anakku Zee!"

764 Words

Trang! Trang! Trang! Bunyi logam yang beradu keras menghantam gendang telinga Zee. Pagar besi rumah itu berdentum kasar. Di dalam kamar, Zee yang baru saja ingin merebahkan tubuh lelahnya tersentak. Alisnya bertaut rapat. "Siapa, sih? Keras sekali, tidak salam lagi! Benar-benar tidak punya sopan santun," gumamnya dengan nada ketus. Rumah itu sunyi sejak ayahnya berangkat kerja, hanya ada Zee yang baru saja juga pulang. Awalnya ia mencoba abai, membenamkan wajah di bantal agar kebisingan itu hilang. Namun, dentang besi yang kian nyaring mulai mengoyak ketenangannya, seolah-olah suara itu bagai tanda peringatan bencana yang terus meraung. "Ck!" Zee berdecak kesal. Dengan langkah berat dan hati yang dongkol, ia menyeret kakinya menuju halaman depan. "Iya, sebentar! Siapa?" teriak Zee sem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD