Urat-urat di leher David menegang. Terprovokasi oleh tatapan meremehkan dari Jonathan, David merangsek maju dan mencengkeram kuat kerah kaos Jonathan hingga kainnya berderit. Jarak mereka begitu dekat hingga hembusan napas amarah David menyapu wajah Jonathan. "Jaga ucapanmu!" desis David, suaranya rendah namun tajam. "Memangnya apa yang bisa kau lakukan, hah? Kau urus saja calon istrimu yang gila itu dan berhenti mengganggu hidup Zee!" Dengan satu hentakan kasar, David mendorong tubuh Jonathan sekuat tenaga. Jonathan terhuyung, namun matanya tetap mengunci sosok Zee yang gemetar di kejauhan. Di belakang mereka, suasana berubah menjadi canggung dan mencekam. Rani, yang sedari tadi menyaksikan dengan bingung, akhirnya bersuara. "David! Siapa laki-laki itu? Kenapa dia mencari Zee?" tanyany

