Jonathan:"Itu anakku!"

1179 Words

Di dalam kabin pesawat yang mulai menderu pelan sebelum lepas landas, Jonathan duduk dengan tubuh kaku. Bagai sebuah permainan takdir yang diatur sempurna, ia mendapatkan kursi tepat di belakang pasangan paruh baya yang tadi berbincang dengan ibunda Zee. Dengan posisi ini, ia bisa mencium aroma parfum mahal mereka sekaligus menangkap setiap desah napas yang keluar. Jonathan menyandarkan kepalanya, pura-pura terpejam, namun seluruh indranya terpusat pada percakapan di depannya. “Apa mungkin mereka orang tua David?” gumam Jonathan dalam hati, otaknya terus memetakan setiap kemungkinan. Tiba-tiba, suara wanita di depannya pecah, sarat dengan nada kesal yang tertahan. “Pa, apa tidak masalah jika kita hanya mengadakan pernikahan di Catatan Sipil? David itu anak sulung kita... aku ingin perni

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD