Gaun Pengantin

1044 Words

Lantai butik yang dingin seolah merambat naik ke kaki Sella saat ia berdiri di depan cermin besar. Gaun pengantin satin berwarna broken white itu melekat sempurna di tubuhnya, di ruangan seluas ini, Jonathan tetap tidak ada. Hanya ada Marlina, calon ibu mertuanya, yang sibuk merapikan lipatan kain di pinggang Sella. "Apa kau sudah menghubungi Jo? Kapan dia balik ke Surabaya?" tanya Marlina, suaranya memecah keheningan yang canggung. Sella memaksakan segaris senyum. "Katanya sore ini dia sudah mendarat, Tante," jawabnya lirih. Bahunya merosot, membiarkan rasa lesu itu terlihat sedikit agar mendapat simpati. Marlina berhenti sejenak, menatap pantulan wajah Sella di cermin dengan gurat cemas yang nyata. "Apa makanmu baik? Kau tidak mual-mual lagi, kan?" "Sudah mendingan, Tante. Dokter Alv

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD